This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

107.936 Perantau tak mencoblos

Klaten (Espos) Sebanyak 107.936 perantau asal Klaten tak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2010 yang pemungutan suaranya dihelat Senin (20/9) lalu.

Sementara itu, partisipasi pemilih dalam Pilkada 2010 tergolong rendah dibanding pesta demokrasi serupa pada lima tahun lalu. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat salah satu penyebab rendahnya partisipasi pemilih ialah banyaknya perantau yang terdaftar dalam DPT namun mereka kembali ke tanah rantau sebelum mencoblos.

”Jumlahnya bahkan mencapai 107.936 pemilih. Mereka adalah perantau yang tercatat dalam DPT (daftar pemilih tetap-red) namun tak menggunakan hak pilihnya,” kata Ketua KPU Klaten, Ngatmin Sumarto Pawiro kepada wartawan seusai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil suara Pilkada di Sekretariat KPU Klaten, Minggu (26/9).

Jumlah warga perantau yang tak memakai hak pilihnya itu bahkan dua kali lebih banyak dibanding perolehan suara pasangan calon nomer urut tiga yakni Sarjono dan Agus Murtana yang hanya mengantongi 50.875 suara. Selain para perantau, Ngatmin juga mencatat sebanyak 36.590 warga yang tercatat dalam DPT namun lebih memilih bekerja ketimbang memberikan hak suaranya.

Partisipasi

Selain itu, keberadaan orang Lansia sebanyak 12.734 orang juga turut mengurangi partispasi pemilih di Klaten. “Sementara, sebanyak 3.075 warga meninggal sebelum menyampaikan hak suaranya. Dan sebanyak 130.514 pemilih lainnya yang tak memakai haknya karena sejumlah alasan lain,” paparnya.

Jika ditotal secara keseluruhan, maka jumlah warga Klaten yang tak memakai hak pilihnya mencapai 290.849 orang. Angka ini jauh lebih unggul dibanding perolehan suara dua kandidat calon bupati dan wakilnya, yakni Agus Winarno-Sri Kertati (Asri) dan Sarjono-Agus Murtana.

“Perolehan suara Asri setelah melalui rapat pleno ialah 170.264 suara dan 50.875 suara untuk Sarjono-Agus Murtana. Sedangkan, suara Sunarna-Sri Hartini (SH) sebagai tertinggi dengan hasil 397.106 suara,” lanjut Ngatmin.

Setelah melakukan rekapitulasi hasil perolehan suara itu, kata Ngatmin, KPU segera menetapkan calon terpilih untuk kemudian disetorkan ke DPRD. Selanjutnya, jika setelah tiga hari sejak dilakukan rekap suara tersebut ternyata tak ada gugatan, maka langkah selanjutnya ialah persiapan pelantikan calon sebagai bupati dan wakilnya. “Batas akhir untuk pelantikan ialah 2 Desember 2010.”

Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa meminta para pendukung yang menang agar tetap menjaga kondusivitas Klaten dengan tak menggelar konvoi berlebihan hingga menggangu hak warga lainnya. “Selain itu, kepada kandidat yang kalah tetap sportif dan menjaga kondusivitas Klaten,” pesannya. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 27 September 2010 , Hal.VI


Relevan Tags:

coblosan (2), hukum perantauan yang mencoblos pilkada (2), Jumlah perantau dari klaten (1)
iklan

Leave a Reply