This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

22 PKL diprioritaskan isi kios Umbul Ingas

pedagang-kaki-limaTulung (Espos) Pengelola Objek Wisata Umbul Ingas, Darmadi, memrioritaskan penempatan 22 pedagang kaki lima (PKL) di kios-kios yang tersedia di objek wisata yang baru direvitalisasi itu. Alasannya, mereka terdaftar sebagai pedagang lama di objek wisata tersebut.

Hal itu dikemukakan Darmadi, saat dihubungi Espos, Minggu (14/2). Menurutnya, ke-22 PKL itu terdiri atas pedagang suvenir dan makanan. ”Saat ini, bangunan kios untuk para PKL itu sudah jadi. Namun masih ada sedikit kekurangan karena belum ada saluran air,” tutur Darmadi.

Darmadi menjelaskan, antusiasme pedagang baru yang ingin menempati kawasan Umbul Ingas sangat tinggi. Hal itu terbukti dari banyaknya tamu yang datang sekadar ingin menanyakan prosedur memiliki kios atau los di kawasan Umbul Ingas.

Menurutnya, tidak hanya warga sekitar yang ingin mempunyai kios atau los di kawasan Umbul Ingas. Bahkan, warga dari luar Klaten, seperti Solo dan Yogyakarta juga ingin memiliki kios atau los di kawasan pariwisata itu. ”Tidak semua yang mendaftar kami terima. Semua ada aturannya. Di samping itu, tempatnya juga terbatas,” imbuh Darmadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Hardoko SE MM, membenarkan jika ke-22 PKL akan diprioritaskan penempatannya di kios-kios Umbul Ingas yang baru selesai dibangun. Selain ke-22 PKL itu, pihaknya akan membuka kesempatan kepada pedagang baru untuk berjualan di kawasan Umbul Ingas.

”Pedagang baru nantinya akan kami tata. Khusus pedagang kuliner tradisional, akan menempati satu kawasan. Demikian halnya untuk pedagang kuliner modern. Hal itu akan mempermudah pengunjung dalam memilih menu masakan tradisional atau modern,” tutur Hardoko.

Hardoko menambahkan, hingga kini, pihaknya belum bisa memastikan harga kios di kawasan Umbul Ingas. Menurutnya, kebijakan memberikan tarif itu saat ini masih dibahas dalam Raperda oleh Pansus DPRD setempat. – Oleh : m82

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 15 Februari 2010 , Hal.VII


Relevan Tags:

pedagang kaki lima (8), gambar pedagang kaki lima (2), pedagang (1), pedagang di objek wisata (1)
iklan

Leave a Reply