This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

Dinkes gugat etika produsen susu formula

Klaten (Espos) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mengingatkan perusahaan susu formula agar memasarkan produk mereka sesuai etika dan tidak mengedepankan keuntungan semata.

Dinkes juga mengimbau perusahaan susu formula tetap mewacanakan kepada masyarakat bahwa air susu ibu (ASI) lebih dibutuhkan untuk perkembangan bayi daripada produk mereka.

”Kami mengakui keberadaan susu formula masih menjadi kendala dalam merealisasikan program inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI eksklusif kepada ibu yang baru melahirkan bayi,” kata Kepala Dinkes Klaten, dr Rony Roekminto kepada wartawan di sela-sela acara peringatan Pekan ASI Sedunia di Gedung Olahraga (GOR) Gelarsena, Sabtu (7/8).

Meski demikian, Rony menglaim, realisasi program IMD dan ASI eksklusif di Klaten mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2007, realisasi IMB dan ASI eksklusif mencapai 27% dari seluruh ibu yang baru melahirkan bayi, pada tahun 2008 mencapai 43%, sementara pada tahun 2009 mecapai 60,03%.

Kendati realisasi program IMD dan ASI eksklusif dari tahun ke tahun itu makin meningkat, Rony mengaku masih khawatir mudah ditemukannya susu formula di pasaran bisa berdampak buruk pada pencapaian program IMD dan ASI eksklusif tersebut. ”Saya sudah menginstruksikan kepada setiap petugas kesehatan, baik itu bidan maupun dokter agar senantiasa memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa ASI adalah solusi terbaik bagi perkembangan bayi,” tandas Rony.

Rony berharap, semua pihak bisa mendukung program IMD dan ASI eksklusif di Klaten. Harapan terbesar bertumpu pada para konselor dan motivator yang terdiri atas para kader Posyandu dan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Rony meminta konselor dan motivator tersebut bisa mengawal setiap ibu yang baru melahirkan. ”Kalau motivator mengalami kesulitan bisa melapor ke Puskesmas setempat. Jika Puskesmas tidak mampu nanti bisa dirujuk di RS di Klaten (RSUP dr Soeradji Tirtonegoro dan RSI Klaten-red),” tambahnya. – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 09 Agustus 2010 , Hal.VI


Relevan Tags:

dinas kesehatan kabupaten klaten (4), etika produsen (3), susu formula (2), etik asi eksklusif menurut dinkes (2), asi eklusif di klaten (1)
iklan

1 Comment

  1. semoga says:

    semoga, para bidan menyadari, sedih rasanya kalau bayi lahir sering langsung di beri susu formula tanpa izin dari ortu, bukannya mendukung asi eksklusif, malah tempat bidang banyak sponsor susu formula- ??!?!?!?

Leave a Reply