This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

Imbas kasus BKK, Nasabah cemaskan tabungan

Klaten (Espos) Kasus dugaan korupsi yang membelit sejumlah Badan Kredit Kecamatan (BKK) di Kabupaten Klaten berdampak panjang.

Sejumlah nasabah di Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK Klaten mulai resah dengan munculnya kasus yang diduga merugikan uang negara senilai Rp 1,5 miliar itu.

Informasi yang dihimpun Espos, Kamis (28/10), sejumlah nasabah berencana menarik uang mereka yang tersimpan di PD BPR BKK. Apalagi, juga diketahui adanya kredit macet senilai Rp 20 miliar yang tersebar di 24 BKK se-Klaten. Kondisi tersebut spontan membuat kalang kabut pengelola PD BPR BKK yang sebenarnya tak terlibat sama sekali dalam kasus itu.

Pasalnya, dugaan korupsi yang kini tengah diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten itu hanya melibatkan pengurus BKK. Sedangkan pengurus PD BPR BKK yang berada dalam pembinaan Bank Indonesia (BI) sama sekali tak terlibat di dalamnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Klaten, Sunarto mengatakan, sejak skandal BKK Ngawen dan BKK Klaten Utara menghiasi pemberitan berbagai media massa, pihaknya menerima berbagai keluhan dan kecemasan dari para nasabah PD BPR BKK. “Benar kasus tersebut telah berimbas kepada BPR BKK. Para nasabahnya mulai resah,” kata Sunarto kepada Espos melalui Ponsel, Kamis (28/10).

Evaluasi

Sunarto berjanji segera melakukan Sidak dan mencermati secara langsung kinerja BKK Ngawen dan BKK Klaten Utara. Namun, Sidak tersebut bukan untuk menyikapi dua BKK yang terlibat skandal korupsi, melainkan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh di 24 BKK se-Klaten.

Dia menegaskan, masa depan BKK dan juga BPR/BKK bakal kian suram. Sebab, terkuaknya skandal korupsi BKK di Klaten itu telah menjatuhkan kepercayaan di mata publik. “Ini memang berat. Kepercayaan publik lama-lama bisa hilang sama sekali,” tambahnya.

Sekadar informasi, tim penyidik Kejari Klaten telah mengantongi tiga nama yang diduga terlibat kasus korupsi BKK. Mereka ialah Direktur BKK Cabang Ngawen, Is, staf BKK Ngawen Ng, dan Direktur BKK Cabang Klaten Utara, Nd. Selain itu, Kejari juga menemukan adanya kredit macet senilai Rp 20 miliar di 24 BKK se-Klaten.

“Terjadinya kredit macet itu, bakal menyeret nama-nama lainnya yang terlibat dalam dugaan korupsi,” kata Kasi Intel Kejari Klaten, Hanung Widyatmaka SH. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 29 Oktober 2010 , Hal.VI


Relevan Tags:

bkk klaten (9), kasus tentang tabungan (4), kasus bkk klaten (2), kasus bkk kalikotes klaten (2), Keluhan nasabah bpr bkk (2)
iklan

Leave a Reply