This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

Jukir liar makin meresahkan

Klaten (Espos) Warga Klaten diresahkan maraknya juru parkir (Jukir) liar yang menarik uang tanpa karcis. Bahkan Jukir liar sudah mengavling sejumlah instansi pelayanan milik pemerintah yang semestinya bebas dari pungutan parkir.
Kenyataan tersebut terungkap setelah Fraksi Gerakan Pembangunan Bangsa (GPB) DPRD Klaten melakukan serap aspirasi konstituen dari berbagai wilayah di Klaten.

Penelusuran Espos, keberadaan Jukir liar terlihat di lokasi-lokasi di sekitar instansi pelayanan umum pemerintah. Dalam menjalankan aksinya, mereka tak memakai kartu anggota Jukir serta tak memakai karcis. Hal itulah yang dimanfaatkan Jukir nakal untuk menarik tarif di luar batas normal. “Kalau dikasih uang Rp 1.000 tak pernah ada uang kembali. Sebenarnya, tarif parkir itu berapa sih,” kata salah satu warga Trucuk, Klaten, Kusumaningtyas setengah sewot saat parkir di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, Senin (16/5).

Tarif Rp 1.000 tersebut di luar batas normal karena mengacu pada Perda No 6/2006 tentang Parkir, tarif parkir di Klaten ialah Rp 300.

Di pelataran Dinsosnakertrans, setiap hari ada sekitar 200 kendaraan roda dua yang datang untuk mengurus keperluan. Setiap pengendara yang parkir, akan diminta uang oleh orang berpakaian preman. “Kalau memang ini lahan parkir legal, kenapa tak dikasih karcis. Terus uangnya ini larinya ke mana,” sahut warga lainnya, Rohman.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho yang kantornya satu lokasi dengan Kantor Dinsosnakertrans mengaku sama sekali tak tahu soal keberadaan Jukir di lokasi tersebut. “Ini sebenarnya tak boleh terjadi. Saya sejak lama memang curiga kok ada Jukir di sana. Kasihan orang yang ke sini, mereka itu mencari kerja, kok ditarik uang,” paparnya seraya berencana akan membuatkan tempat parkir khusus yang digratiskan.

Ketua Fraksi GPH, Muslim Fadhil menegaskan bahwa keberadaan Jukir liar di Klaten sudah sangat meresahkan warga kelas menegah ke bawah. Selain tak jelas ke mana larinya uang tersebut, hal itu juga akan menyuburkan pungutan liar di Klaten. “Banyak warga yang mengeluhkan pungutan parkir liar. Dikatakan liar, karena memang tak memakai karcis dan menarik sesuka hatinya,” tegas Fadhil. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Rabu, 18 Mei 2011 , Hal.V


Relevan Tags:

parkir di klaten (2)
iklan

Leave a Reply