This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

Lagi, mediasi kasus RSIA buntu

ilustrasi

Klaten (Espos) Upaya penyelesaian sengketa antara karyawan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aisyiyah Klaten yang dirumahkan dengan manajemen RSIA yang diselenggatakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Klaten di di Gedung Sierat, Sabtu (4/6), berakhir buntu atau tak menghasilkan putusan.

Pihak manajemen RSIA maupun para bidan yang dirumahkan kukuh dengan pendirian masing-masing. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Klaten sebenarnya sudah menganjurkan agar managemen RSIA Aisyiyah Klaten mencabut surat No 247/RSIA-K/XII/2010 dan 25/RSIA-K/II/2011.

Otoritas Dinsosnakertrans Klaten menilai dua surat itu menjadi alat untuk direksi dan manajemen RSIA memaksakan kehendak kepada pihak lain. Manajemen RSIA tetap tidak mau mencabut kedua surat tersebut lantaran sudah disetujui Pengurus Pusat Aisyiyah.

Perwakilan bidan RSIA Aisyiyah, Nurul Khasanah, saat ditemui Espos menilai pengumpulan ijazah asli sebagaimana termaktub dalam surat No 25/RSIA-K/II/2011 merupakan kepentingan sepihak manajemen RSIA.

Menurutnya, surat tersebut bersifat memaksakan kehendak terhadap para karyawan tetap RSIA Aisyiyah. Oleh sebab itu, Nurul tetap meminta dua surat itu dicabut atau tidak diberlakukan sebagaimana anjuran Dinsosnakertrans.

“Kedua belah pihak masih bersikukuh dengan pilihan masing-masinng. Oleh sebab itu pertemuan tadi (kemarin-red) berakhir deadlock,” kata Nurul.

Mediasi tersebut dihadiri jajaran pengurus PDA Klaten. Ketua PDA, Komariah Sajiman, saat dihubungi Espos melalui telepon genggamnya menyatakan belum bisa berkomentar terkait hal itu. – Oleh : mkd

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 06 Juni 2011 , Hal.V


Relevan Tags:

ilustrasi mediasi (2), manajemen rumah sakit ibu dan anak (2), kasus mediasi otoritas kepentingan tetap (1), komariyah PDA klaten (1), rumah sakit bersalin di klaten (1)
iklan

Leave a Reply