This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

Perokok di RSUP Kocar-Kacir Dirazia

Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Klaten, CyberNews. Peringatan hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada Selasa (31/5) diperingati RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan menggelar razia besar-besaran terhadap para perokok di kompleks rumah sakit. Hasilnya, para perokok kocar-kacir dan sebagian tertangkap basah bersembunyi hanya untuk merokok.

Salah seorang penunggu pasien, Tukimin mengatakan tidak mengetahui jika akan ada razia perokok. “Saya tidak mengerti kalau merokok di RS itu dilarang,” jelasnya, Selasa (31/5) saat terpergok di pojok RSUP dekat kamar jenazah.

Razia dilakukan oleh seluruh satpam RSUP. Petugas mengecek semua pengunjung yang ada di semua sudut RS dan ruangan. Mereka yang tertangkap diminta mematikan rokok dan membuang puntung di bak sampah. Menurut Tukimin, larangan merokok sekalipun katanya sudah ditempel di beberapa kawasan RS tidak dipahaminya.

Sebab dia tidak bisa membaca dan menulis sehingga spanduk atau papan peringatan tak bisa dibacanya. Namun demikian, dia mengaku saat hendak merokok menyingkir jauh dari pasien. Kebiasan merokoknya sudah sejak muda dilakukan sehingga sulit menghilangkan. Dimanapun dia berada selalu saja ingin merokok. Apalagi jika sedang merasa jenuh atau penat dengan keadaan.

Diancam Sanksi

Lain lagi dengan Dibyo. Pria yang tertangkap basah merokok di dekat ruang ICU itu kebingungan saat diminta petugas mematikan rokoknya. Dia juga mengaku tak mengetahui jika ada larangan merokok di RSUP. “Kalau bisa jangan disanksi sebab saya menunggu pasien,” katanya.

Razia yang dilakukan itu ternyata manjur. Beberapa orang yang merokok di sekitar RS langsung mematikan rokoknya meski  belum masuk kompleks RSUP. Mereka ketakutan sebab akan diinterogasi satpam. Razia itu menurut Humas RSUP  Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, Petrus Tri Joko dilakukan dalam rangka memperingati hari tanpa rokok sedunia.

“Sebenarnya sejak lama sudah kami lakukan. Namun kali ini menyeluruh,” ungkapnya.

RSUP sebenarnya sudah sejak lama menyosialisasikan aturan larangan merokok. Papan, pamflet dan spanduk sudah dipasang di banyak titik agar dibaca warga. Namun nyatanya masih saja ada warga yang nekat. Untuk tahap awal, RSUP masih mendekati secara persuasif.

Namun jika nekat bisa jadi warga akan disanksi. Apalagi sesuai UU 36/2009 tentang kesehatan dijelaskan pada pasal 115 bahwa RS merupakan kawasan tanpa rokok. Bagi yang melanggar UU itu dengan sengaja bisa dikenakan denda Rp 50 juta. ( Achmad Hussein / CN27 / JBSM )

Disalin dari: Suara Merdeka, 31 Mei 2011

Relevan Tags:

gambar tawur smk petrus klaten (1), info lowongan kerja security di rumah sakit soeradji tirtonegoro (1), lowongan kerja rsup soeradji tirtonegoro security terbaru klaten april 2013 (1), lowongan satpam di rs soeradji tirtonegoro desember 2014 (1), razia perokok (1)
iklan

Leave a Reply