This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

RSIA Aisyiyah rumahkan karyawan

Klaten (Espos) Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Aisyiyah Klaten merumahkan empat karyawan yang menolak mengumpulkan ijazah asli. Peraturan baru itu diberlakukan secara sepihak oleh direksi rumah sakit tersebut.
Salah seorang karyawan RSIA, Zuhrifa Lutfi Fadhilah, mengaku telah dirumahkan sejak Maret lalu. Bersama ketiga rekannya, Lutfi mengaku telah meminta pihak RSAI agar meninjau kembali kebijakan pengumpulan ijazah asli karyawan. Namun, usulannya tersebut malah berujung getir lantaran status karyawan amal usaha Muhammadiyah kini justru mengambang.

“Saya tak dipekerjakan lagi, tapi juga tak di-PHK (pemutusan hubungan kerja-red). Jadi, nasib saya ini enggak jelas gara-gara saya tak mengumpulkan ijazah asli,” katanya kepada wartawan saat mengadukan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Kamis (28/4).

Padahal, keempat karyawan RSIA yang kini dirumahkan menyatakan kesiapan menerima risiko PHK asalkan dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, hak-hak karyawan yang telah bekerja selama bertahun-tahun di suatu badan usaha diperhitungkan dalam pemberian tali asih dan pesangon.

Risiko itu, menurut Lutfi rasional karena kebijakan pengumpulan ijazah asli RSAI sangat menyengsarakan mereka. Pasalnya, ijazah karyawan yang telah dikumpulkan tak bisa diambil lagi, kecuali mereka harus menebusnya dengan uang senilai 13 kali gaji yang mereka terima. Uang tebusan bahkan melonjak 15 kali jika alasannya adalah diterima bekerja di lain tempat.

“Kalau dihitung-hitung, ya kami harus menebus uang sekitar Rp 30 juta untuk mengambil ijazah saya lagi. Padahal, itu kan ijazah saya, kok saya yang harus menebusnya?” lanjutnya.

Terpisah, Direktur RSIA, Maimun, enggan memberi penjelasan ketika dimintai konfirmasi oleh wartawan. Saat didesak, apakah telah menerima pengaduan karyawan, dia juga menolak memberi penjelasan. “Maaf saya lagi ada acara,” tukasnya singkat.

Sementara itu, Dinsosnakertrans Klaten mengakui telah menerima pengaduan itu dan berjanji mempertemukan kedua belah pihak dalam pekan ini juga. “Benar, kami akan segera pertemukan mereka dengan pihak RSIA,” ujar Budi Harjo, pejabat penerima pengaduan Dinsosnakertrans Klaten. – Oleh : Aries Susanto

Disalin dari; SOLOPOS, Edisi : Jum’at, 29 April 2011 , Hal.V



Relevan Tags:

rs aisyiah klaten (2), aturan tempat kerja tentang pengumpulan ijazah asli (1), testimoni karyawan rsia asyiyah klaten (1), undang undang dirumahkan terbaru (1), undang-undang 13/2003 ketenagakerjaan tentang karyawan yang dirumahkan (1)
iklan

Leave a Reply