This option will reset the home page of BAMS WONG KLATEN restoring closed widgets and categories.

Reset BAMS WONG KLATEN homepage

Umbul Ingas jadi BUMD, tarif naik empat kali lipat

cokro-tulung-klatenKlaten (Espos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan menjadikan Objek Wisata Umbul Ingas sebagai badan usaha milik daerah (BUMD). Langkah itu ditempuh guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata bagi kabupaten ini.

Demikian dikemukakan Kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pemkab Klaten, Setya Subagya, saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Sabtu (27/2). Setya mengatakan, pihaknya berencana menjadikan Umbul Ingas sebagai ikon baru pariwisata Kabupaten Klaten.

Untuk itu, dia berangan-angan objek wisata yang dibangun dengan biaya Rp 14 miliar itu mampu menyumbangkan PAD yang besar bagi Klaten. ”Pengelolaan Umbul Ingas nantinya dilakukan langsung oleh Pemkab Klaten. Dengan begitu, semua pendapatan dari objek wisata akan masuk ke Pemkab,” papar Setya.

Lebih lanjut, Setya menjelaskan, kini, pihaknya tengah merencanakan kenaikan tarif masuk Umbul Ingas. Jika kini Rp 5.000 maka ke depan tarif masuk objek wisata itu sekurangnya naik empat kali lipat, menjadi Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Menurutnya, rencana kenaikan tarif itu sudah dicantumkan dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) yang akan menggantikan Perda No 19/2002 tentang Retribusi Izin Usaha Kepariwisataan dan No 20/2002 tentang Obyek dan Daya Tarik Wisata. Raperda tersebut, kini tengah dikaji oleh jajaran Bagian Hukum Seketariat Daerah (Setda) Pemkab Klaten. ”Dalam Perda itu tertera tarif masuk objek wisata hanya Rp 5.000. Kami tidak mau sembarangan menaikkan tarif sehingga bertentangan dengan Perda,” tandas Setya.

Lebih lanjut, Setya menambahkan, perbaikan waterboom Objek Wisata Umbl Ingas sudah mencapai tahap akhir. Menurutnya, setelah dilakukan penambahan satu tiang, maka waterboom itu sudah tidak bergetar ketika diuji coba.

Akan tetapi, Setya menilai, waktu tempuh selama meluncur di atas waterboom itu masih terlalu cepat. ”Normalnya, waterboom itu dapat ditempuh sekitar 42 detik. Akan tetapi, setelah diuji coba, waktunya masih kurang dari 40 detik. Jadi, kami perlu menambahkan lengkungan lagi untuk mengurangi kecepatannya agar tidak membahayakan bagi pemakainya,” ungkap Setya. – Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 01 Maret 2010 , Hal.VII


Relevan Tags:

pariwisata klaten (32), waterboom cawas (4), badan usaha milik daerah (3), alamat umbul nilo (2), macam macam Badan usaha milik daerah (2)
iklan

7 Comments

  1. Agus Purwadi says:

    Kalau dana sebesar itu kok pembangunannya hanya waterboom saja Pak?

  2. Heri says:

    Serius gak ini,,???asal jgn lp ma warga sekitar az pak,,,,dan semoga uang hasil dr umbul ingas bnr2 masuk PAD,,,,

  3. yudi says:

    14 M ,wuaaahhh

  4. muklis says:

    wah gak da yang mau ke umbul ingas dong,masuknya aja Rp 20.000 , lebih baik ke umbul nilo atau ke T.A aja deh, paling Rp 1000 , deket rumah lagi.

  5. lorenzo cawas says:

    sepertinya kemaruk banget [sensored]…dan belum berwawasan kerakyatan…mau di jual kemana sih objek wisata ini…alih-alih untuk tambang PAD…..masih ada banyak untuk mengeruk PAD kalo pada melek dari hanya dengan di banding melipatkalikan karcis…entuk piro…sing anyel wong piro…sing ra kate teko lan dolan piro….jik akeh wisata alam dekat klaten yang menarik dengansuasana, fasilitas, kemudahan, kenyamanan dlsb….

  6. lorenzo cawas says:

    aktifkan dan bikin BUMD secara kreatif…kuatkan ekonomi kreatif sebagai basis ekonomi kerakyatan di klaten…berani gak ni…calon bupati kedepan bertemu, berdiskusi dan jadi negaraan yang bijak yang tidak berkepentingan pada diri sendiri, kelompok, partai pengusung dsb….kalo ndak ada gak usah direken n gak perlu repot milih….

  7. Kipli says:

    Dengan tarif segitu..sepertinya malah akan mengurangi jumlah pengunjung…

Leave a Reply